Yeaahh. .
Gue habis baca
blog-blog milik orang-orang keren dan banyak postingan yg membangun, bikin
ketawa, bahkan cerdas.
Jadi gini, aku mau share hal penting.
Minder men.
Kau pernah menemui seseorng yg memiliki bakat yg sama denganmu
tapi kemudian kau melihat rupanya dia lebih hebat darimu lalu kau merasa kurang
dari dirimu kemudian kau mencari bakat lain yang ada di dalam dirimu tapi kau
sadari bahwa hasilnya adalah : NOTHING ?????
Aku sering. :D
Haha, aku ini tipe manusia yg afektif (padahal 100% gue
cowok tulen) dan terkadang itu membuatku labil dan mudah tersinggung. Perasaan
langsung mengambil alih tempat secara otomatis. Hasil : Mudah tertekan. Mudah ragu.
Mudah pesimis. Mudah yang lainnya.
Haha.
Aku konyol sendiri kalo liat karakterku. Ini karakter
manusia lemah, men. Ini karakter manusia plin-plan. Ini karakter yang buruk.
Damn. Malam ini gue kena. Dan gue, ah, speechless.
“Kau tahu seperti apa wujudmu di surga? Kau tak akan bisa
mensyukurinya jika wujudmu di dunia saja tak kau syukuri. Kau tahu seperti apa
manusia tanpa perasaan? Kau sendiri punya perasaan? Sejak kapan menangis adalah
tanda kelemahan? Kalo memang menangis adalah tanda kelemahan, untuk apa Tuhan
menciptakannya? DIA TAK AKAN MENCIPTAKAN SESUATU YANG SIA-SIA. Tak pernah. Tak akan
pernah.”
Manusia lemah? Kelihatannya itu sudah melorot dari tubuh
baruku.
Aku minder gara-gara aku dikelilingi manusia-manusia yg
hebat bikin design blog dan postingannya macam Mario, Galuh, Ko Reyva, Rya,
Ninna, Nanda, dan berlusin-lusin lainnya.
Aku? Buta design. Buta gaya penulisan. Ide pas-pasan.
Terus, berdasarkan kalimat tadi, aku mikir: Untuk apa aku
ngeblog?
Ini jawabanku mulai hari ini.
Ngeblog itu, share. Berbagi hal-hal luar biasa secara
gratis, cuma-cuma. Respon orang? Nggak masuk hitungan. Dilihat atau enggak? Nggak
penting. Yang penting jadi berkat.
Jika memang orng lain kagum, itu bonus. BUKAN TUJUAN
UTAMA. Jika orang lain suka, itu bonus. BUKAN TUJUAN UTAMA.
Kalimat-kalimat itu bener-bener bikin terharu. Dapet dari
mana? Nggak tau juga. Terlintas. Yang jelas Tuhan ikut berkata-kata.
“Share tentang hal-hal rohani itu bukan untuk dilihat
orang, tapi ya memang untuk dishare.”
“Tugas kita: Ngeshare. Tugas Tuhan: about orang yang
melihatnya. Laksanakan tugasmu. Perkara ‘besar’nya itu bagian Tuhan.”
Seringkali motivasi saya salah dalam hal ini. Tapi,
sekarang pikiran saya lebih jelas dan mantap melangkah setelah tahu rahasia
kecil di atas. Ah, sederhana ternyata, tapi important J
Minder? Tampaknya itu
sudah melorot dari tubuh baru saya.
Thanks GOD, I’ll be better.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar