Halaman

Kamis, 17 Oktober 2013

Pelajaran Baru

Yeaahh. .

Gue habis baca blog-blog milik orang-orang keren dan banyak postingan yg membangun, bikin ketawa, bahkan cerdas. 
            Jadi gini, aku mau share hal penting.

            Minder men.

            Kau pernah menemui seseorng yg memiliki bakat yg sama denganmu tapi kemudian kau melihat rupanya dia lebih hebat darimu lalu kau merasa kurang dari dirimu kemudian kau mencari bakat lain yang ada di dalam dirimu tapi kau sadari bahwa hasilnya adalah : NOTHING ?????

            Aku sering. :D

            Haha, aku ini tipe manusia yg afektif (padahal 100% gue cowok tulen) dan terkadang itu membuatku labil dan mudah tersinggung. Perasaan langsung mengambil alih tempat secara otomatis. Hasil : Mudah tertekan. Mudah ragu. Mudah pesimis. Mudah yang lainnya.

            Haha.

            Aku konyol sendiri kalo liat karakterku. Ini karakter manusia lemah, men. Ini karakter manusia plin-plan. Ini karakter yang buruk.

            Damn. Malam ini gue kena. Dan gue, ah, speechless.

            “Kau tahu seperti apa wujudmu di surga? Kau tak akan bisa mensyukurinya jika wujudmu di dunia saja tak kau syukuri. Kau tahu seperti apa manusia tanpa perasaan? Kau sendiri punya perasaan? Sejak kapan menangis adalah tanda kelemahan? Kalo memang menangis adalah tanda kelemahan, untuk apa Tuhan menciptakannya? DIA TAK AKAN MENCIPTAKAN SESUATU YANG SIA-SIA. Tak pernah. Tak akan pernah.”

            Manusia lemah? Kelihatannya itu sudah melorot dari tubuh baruku.

            Aku minder gara-gara aku dikelilingi manusia-manusia yg hebat bikin design blog dan postingannya macam Mario, Galuh, Ko Reyva, Rya, Ninna, Nanda, dan berlusin-lusin lainnya.

            Aku? Buta design. Buta gaya penulisan. Ide pas-pasan.

            Terus, berdasarkan kalimat tadi, aku mikir: Untuk apa aku ngeblog?

            Ini jawabanku mulai hari ini.

            Ngeblog itu, share. Berbagi hal-hal luar biasa secara gratis, cuma-cuma. Respon orang? Nggak masuk hitungan. Dilihat atau enggak? Nggak penting. Yang penting jadi berkat.

            Jika memang orng lain kagum, itu bonus. BUKAN TUJUAN UTAMA. Jika orang lain suka, itu bonus. BUKAN TUJUAN UTAMA.

            Kalimat-kalimat itu bener-bener bikin terharu. Dapet dari mana? Nggak tau juga. Terlintas. Yang jelas Tuhan ikut berkata-kata.

            “Share tentang hal-hal rohani itu bukan untuk dilihat orang, tapi ya memang untuk dishare.”

            “Tugas kita: Ngeshare. Tugas Tuhan: about orang yang melihatnya. Laksanakan tugasmu. Perkara ‘besar’nya itu bagian Tuhan.”

            Seringkali motivasi saya salah dalam hal ini. Tapi, sekarang pikiran saya lebih jelas dan mantap melangkah setelah tahu rahasia kecil di atas. Ah, sederhana ternyata, tapi important J

Minder? Tampaknya itu sudah melorot dari tubuh baru saya.

Thanks GOD, I’ll be better.


            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar