Halaman

Selasa, 01 Oktober 2013

Mengatasi Ironi

Saya sedang bahagia :D
Haha, itu namanya majas ironi.

But, hey! Tahukah anda bahwa kesedihan itu bagian dari kebahagiaan dalam hidup?

Suatu hari ada seorang anak lelaki berinisial Philip sedang menikmati udara musim panas yg indah di Smanssa. Ia terkejut ketika menyadari satu hal: dia suwung!!
Maka berjalanlah ia melintasi lapangan. Dia masuk ke kelasnya dan kemudian terkejut mendapati satu hal: kelasnya suwung!!
Maka berjalanlah ia menuju bangkunya lalu duduk menghadap laptopnya. Ia berniat menulis blog tepat sebelum ia mennyadari ada satu hal ganjil: laptopnya tidak terkoneksi internet.
Maka berjalanlah ia menuju pintu kelas karena kesuwungan ini mulai menyiksanya. Lalu, ia melihat banyak hal terjadi saat itu.
Temannya Bless sedang berjuang menggerakkan kursi rodanya menuju kantin kejujuran tepat saat sepasang cewek-cowok berjalan beriringan di dekat kandang kelinci. Kini ia cuma tertegun.

Yaah,, itu cuma contoh fiksi. Namun coba lihat pesannya. Hidup ini kaya akan ironi di setiap detiknya.

Setiap 11 detik seorang bayi terlahir di dunia. Setiap 9 detik ada satu orang yang meninggal. Jangan lihat surveynya tapi lihat ironinya! Kebahagiaan selalu datang tepat saat kesedihan datang di tempat lain. Roda yin dan yang terus berputar.

Tapi, pahami ini: Hidupmu akan amat sangat sia-sia jika kau hanya terfokus mengamati  setiap ironi di sekitarmu. Kita hidup dengan jutaan ironi berputar-putar di sekeliling kita tetapi akan sangat percuma jika kita hanya melihatnya, menggosipkannya, atau bahkan mencelanya. Sekali lagi kukatakan, kesedihan adalah bagian dari kebahagiaan hidup. Kalo nggak ada kesedihan ya namanya surga, bukan dunia.

Tolonglah mereka yang perlu ditolong. Bagikan inspirasi bagi semua orang. Jadikan hidupmu berharga. Jadikan orang lain berharga bagimu. Tetap menjadi berkat bagi orang lain dengan sepenuh hati walaupun kau sedang lelah atau sendirian karena itulah yang membuat Tuhan tersenyum.

Mungkin kau adalah bagian dari ironi itu, tetapi setidaknya kau tidak berada di sisi yang hitam.

Seorang teman sekaligus senior saya di Smanssa pernah berkata begini: Do what you can do!

Sesederhana apapun pertolonganmu bagi orang lain, kau telah menghilangkan sedikit kesedihan pada dirinya. Dan yang jelas, Tuhan tersenyum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar