Saya
sedang bahagia :D
Haha,
itu namanya majas ironi.
But,
hey! Tahukah anda bahwa kesedihan itu bagian dari kebahagiaan dalam hidup?
Suatu
hari ada seorang anak lelaki berinisial Philip sedang menikmati udara musim
panas yg indah di Smanssa. Ia terkejut ketika menyadari satu hal: dia suwung!!
Maka
berjalanlah ia melintasi lapangan. Dia masuk ke kelasnya dan kemudian terkejut
mendapati satu hal: kelasnya suwung!!
Maka
berjalanlah ia menuju bangkunya lalu duduk menghadap laptopnya. Ia berniat menulis
blog tepat sebelum ia mennyadari ada satu hal ganjil: laptopnya tidak
terkoneksi internet.
Maka
berjalanlah ia menuju pintu kelas karena kesuwungan ini mulai menyiksanya. Lalu,
ia melihat banyak hal terjadi saat itu.
Temannya
Bless sedang berjuang menggerakkan kursi rodanya menuju kantin kejujuran tepat
saat sepasang cewek-cowok berjalan beriringan di dekat kandang kelinci. Kini ia
cuma tertegun.
Yaah,,
itu cuma contoh fiksi. Namun coba lihat pesannya. Hidup ini kaya akan ironi di
setiap detiknya.
Setiap
11 detik seorang bayi terlahir di dunia. Setiap 9 detik ada satu orang yang
meninggal. Jangan lihat surveynya tapi lihat ironinya! Kebahagiaan selalu
datang tepat saat kesedihan datang di tempat lain. Roda yin dan yang terus
berputar.
Tapi,
pahami ini: Hidupmu akan amat sangat sia-sia jika kau hanya terfokus mengamati setiap ironi di sekitarmu. Kita hidup dengan
jutaan ironi berputar-putar di sekeliling kita tetapi akan sangat percuma jika
kita hanya melihatnya, menggosipkannya, atau bahkan mencelanya. Sekali lagi
kukatakan, kesedihan adalah bagian dari kebahagiaan hidup. Kalo nggak ada
kesedihan ya namanya surga, bukan dunia.
Tolonglah
mereka yang perlu ditolong. Bagikan inspirasi bagi semua orang. Jadikan hidupmu
berharga. Jadikan orang lain berharga bagimu. Tetap menjadi berkat bagi orang
lain dengan sepenuh hati walaupun kau sedang lelah atau sendirian karena itulah
yang membuat Tuhan tersenyum.
Mungkin
kau adalah bagian dari ironi itu, tetapi setidaknya kau tidak berada di sisi
yang hitam.
Seorang
teman sekaligus senior saya di Smanssa pernah berkata begini: Do what you can do!
Sesederhana
apapun pertolonganmu bagi orang lain, kau telah menghilangkan sedikit kesedihan
pada dirinya. Dan yang jelas, Tuhan tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar