Hoi :D
Aku mau
sharing tentang satu hal penting yg baru saja terpikir begitu deras di kamar
mandi sekitar 10 menit yg lalu, hehe.
Jadi, begini. Aku baru saja terima
rapor dan hasilnya yaahh,, kau tahu kan anak Smanssa? Matematikaku aja dapet 37
-_____- rendah buangett bro.
But, berikut ini adalah tentetan
kalimat yg tadi membanjiri pikiranku di bawah shower air panas. Semacam kalimat
menghibur diri dicampur dengan optimisme. Great.
Tuhan itu
baik, Ia sanggup menolongmu.
Apa yg kau lakukan dan katakan bila
mendapat nilai 37 untuk maple matematika? Mayoritas orang akan menyalahkan
keadaan. Termasuk aku. Tadi papaku menceramahiku dan untuk membela diri aku
menyebutkan seperti apa guru-guru yg kuhadapi. Guru-guru yg ngajar gak jelaslah,
soalnya salah teruslah, dsb. Kau tahu, itu tindakan bodoh.
Seorang gladiator hebat akan tetap
bertarung sekuat tenaga melawan singa tak peduli setangguh apa singa tsb.
1. Sang
gladiator yg sangat kuat. Ia lebih kuat dari singa yg ia hadapi. Dia menyerang
sang singa secara membabi buta. dia bukan tandingan sang singa.
2. Seorang
gladiator yg lemah. Ia bukan tandingan singa yg ia hadapi. Dengan cepat pedang
dan tamengnya jatuh. Baju zirahnya terkoyak dan helmnya terlepas. Darah sudah
membanjiri tubuhnya tetapi ajaibnya dia tetap bertahan. Dia mencoba berdiri
sekuat tenaga. Dia mengambil pedangnya, mengacungkannya pada sang singa, lalu
berlari menyerang sang singa! Apa yg terjadi? Pedangnya menusuk mulut sang
singa. Ia menang.
Mana
yg menjadi kisah terbaik? Cerita no.1 atau 2? Anak SD pun pasti menyoraki
gladiator di cerita ke.2
Seringkali
kita berharap menjadi seperti gladiator no.1. Kuat, tangguh, dan punya story yg
mudah. Tapi, yg sering terjadi adalah kita menjadi gladiator no.2. Kehilangan
semua perlengkapan yg dibutuhkan, melawan musuh yg menurut kita terlalu
tangguh, bahkan mungkin juga akan berusaha kabur dari situasi itu. Dalam
situasi seperti itu, memang sulit membuat diri kita optimis.
Ini
bukan tentang sekuat apa dirimu.
Ini
bukan tentang seperti apa lawanmu.
Ini
tentang imanmu.
Semangatmu.
Motivasimu.
Jika
gladiator no.1 tsb menang itu hal yg wajar. Tapi bila dia kalah, itu memalukan.
Jika
gladiator no.2 menang, itu hal yg luar biasa. Tapi, bila dia kalah, dia kalah
dengan terhormat dan penonton tetap menghargai usahanya karena ia tetap
berjuang sampai akhir. Tanpa menyalahkan keadaan.
Tuhan
menyesah orang yg dikasihinya. Aku lupa di mana ayatnya tapi itu kalimat yg
tepat kan? Ingat juga bahwa Tuhan menyediakan jalan keluar bagi setiap masalah.
Jangan lupakan Tuhan. Mintalah
pertolongan darinya. Dia sanggup menolongmu. Believe Him!
Seorang siswa hebat akan tetap
‘bertarung’ tak peduli seperti apa guru yg ia hadapi.
Itu kalimat yg bikin aku semangat
lagi buat turun ke arena pertarungan.