Haha, udah
akhir januari,, buku kedua. Sebenarnya aku berpikir untuk membuat ini jadi
Dwilogy saja, tapi, yah, ah, lupakan. Baca saja :D
Hahahaha.
24 desember
pukul 10 malam. Aku masih ga bisa tidur soalnya kepikiran tanggal 25. Pokoknya pikiran
tentang maen,, makan-makan, maen, jalan-jalan, ke gereja, maen, dan lain-lain
udah memenuhi pikiran. Natal men, natal. Ultah Yesus yang ke 2013. Tua juga sih
ya, hehe. Nah, singkat cerita gue terbangun pukul 2 pagi. Lalu, gue telponin
orang-orang.
“Mbak
Ninaaa!!!! Selamat natal yaaaa!!!!!!” obrolan beranjut.
“Adit!! Bangun,
ini natal bro!!!!” obrolan berlanjut
“Galuhhhh!!!!
Luh? Woy?” hmm,, yaahh dia menjawab kok.
“Citraaaaa!!! Banguuunnnnn!!!!”
dia sangat kacau.
“Rosssaaaa!!!!
Hai :D” kami seperti sahabat yg lama tak berjumpa.
“Ratiihh!!!!!”
aku lupa apa yg kami bicarakan.
Yahh,, dan
beberapa orang lainnya, kurasa. Yang jelas aku tidak terlalu mendapat respon
positif. Tapi, luweh. Ini natal :D
Singkat cerita
Aku, Galuh, Adit, dan Citra berkumpul di rumahnya Citra untuk ke Pancasila jam
3. Ya mulainya jam 4 sih,, tp kan biar greget gituuu. Sebenarnya Mario dan
Nanda mau gabung, tapi, entah kenapa nggak ngangkat telpon dari kami. Ya sudah.
Berangkatlah
kami. Wow. Kami duduk di paling depan, tikarnya paling lebar. Ketawanya paling
keras. Kami sangat menikmatinya. Nyanyi heboh sendiri, pakai korek api sebagai
pengganti lilin, tidur bareng waktu khotbah, dan nulis surat buat diikat ke
balon yg bakal diterbangkan. Hehehe. Seru lho. Sampai saat itu tiba. Ya, saat
itu. Moment laknat. Sial.
“Cit, ndak
karpetmu basah?” Tanyaku.
“Iya, kak,
celanaku jadi basah” damn.
Kami berempat
mengalami semacam karma,mungkin. Fajar baru saja menyingsing. Ini baru dimulai.
It’s just a beginning!
Rupanya embun di lapangan pancasila yg menjadi biang masalahnya. sekuat tenaga kami mencoba mengatasinya. Kau tahu? Nasi sudah menjadi bubur. Di mana-mana bubur itu encer. Demikian pula karpet kami.
Kami berempat
sakit perut dan yg paling parah adalah aku. Aku baru menyadarinya pas lagi maen
music buat sekolah minggu. dan, you know, natalan di kasur. Diare bro. damn it.
Bener-bener
gak enak. Isinya cuma tidur dan khawatir pas kentut. Saudara-saudara pada dating
ke rumahku buat natalan, tapi aku cuma lemes di kasur. Tiga temen basioku yg
lain udah sembuh sih, sedangkan aku masih bergumul dgn diare ini sampe tanggal
27. Ahhhhhh.
Dan, kau tahu?
Hidupku lebih suram lagi. Yup, soeram. Selepas sembuh dari diare aku menderita “gagal
eek” sampe tanggal 3 Januari!!!!
Oke, gue mulai
emosi mengingat ini semua. Lanjut di buku terakhir aja.
Wkwkwkwkw
Salam eek.
Quote: jika
kau mulai kebelet eek, renungkan itu. Mungkin itu tak seperti yg kau bayangkan,
atau tidak seperti yg seharusnya terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar