Halaman

Kamis, 12 Desember 2013

:)


Hai,, wkwkwk

Lama tak jumpa, hehehe.

Banyak hal udah terjadi nih, jelek maupun bagus. Keren maupun sangar. Senang dan sedih. Aku dapet banyak hal baru. Hmm, harusnya kau juga :D

            Tapi dari semua pelajaran baruku, ada 1 yg bener-bener menampar dan menusuk, yaitu : belajar rendah hati.

            Apa sih sombong itu? Sombong itu bukan sekadar membanggakan diri di depan orang lain seperti “Aku itu bisa gini, aku tu sehebat ini, bl bla, bla. . .” bukan, bukan cuma kayak gitu doang. Sesuatu hal tetaplah kesombongan sekalipun itu hanya perasaan “bisa mengatasinya seorang diri.”

            Itu yang terjadi pada saya.

            Hanya sekadar perasaan, tapi tetap aja itu bentuk kesombongan. Aku ngerasa bisa mengatasi beberapa hal tanpa harus berdoa dulu. Bisa mengatasinya tanpa Tuhan. Belum butuh Tuhan.Ini gampang. Sebentar juga beres.

            Sombong itu dosa. (I know it is “you don’t say”, but you must to always remember it.)

            Dua hal terakhir terkadang adalah bentuk iman, tapi seringkali itu terbalut dalam bungkus kesombongan.

            Aku ditegur banget tentang hal ini.  

            Terlebih lagi, ternyata belajar rendah hati itu sulit. Susah. Damn, intimidation is annoying. Bahkan, kebanggan pada kerendah hatian malah jadi boomerang. Jadi bentuk kesombongan lagi. Aduh. Susah.

            Yah, sampai detik ini aku juga masih belajar gimana caranya biar bisa rendah hati. Ini teori yang susah dipraktekkan macam teori relativitas Einstein. Dan lewat proses gini, justru aku ditempa buat jadi makin baik. Keras, memang. Nusuk, sangat. Tapi itu harus. Pedang terbaik ditempa dengan frekuensi tempaan yang berbeda.

            So, apa itu rendah hati? Rendah hati adalah saat dimana kau mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak ‘ini lho aku.’ Full heart. Nggak seenaknya diselesaikan sendiri. Kemampuan manusia memiliki batas.

            Tiap orang punya prosesnya masing-masing. Ini prosesku. How about you? Tetap andalkan Tuhan, kawan. Tetaplah berdoa (1 Tesalonika 5:17). Hadapi dengan senyuman yang tulus, bukan senyuman “Nah, hebat kan aku. Aku tahu itu.”

            Kalahkan intimidasi yang menyerangmu. Lawan arusnya Iblis. Dengerin kata-kata Tuhan. Ingat, rendah hati artinya dengerin Tuhan dulu. Tuhan selalu berkata-kata padamu. Belajar peka, kawan. Dia berkata-kata padamu lewat banyak orang di sekelilingmu. Terkhusus lagi, sebenarnya Dia paling suka berbicara langsung denganmu.

            Mari dengarkan. Aku juga kok. Kita dengarkan bersama ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar