Konbanwa.
Genki desuka? Wkwkw.
Emang kalo
abis ikut retreat itu semangat banget yaa. Hehehe. Aku merasakannya.
Banyak hal
terjadi setelah retreat. Banyak temen-temen yang hidupnya diperbarui. Menyenangkan
banget lihat mereka begitu luar biasa bersemangat dan api rohaninya
berkobar-kobar.
Tuhan juga
membuka banyak hal yang selama ini aku nggak tahu. Ternyata aku dikelilingi
teman-teman dengan berbagai pengalaman rohani hebat. Mereka yang punya
pengalaman baru di di dunia rohani juga banyak. Mereka di sekelilingku. Mereka ternyata
nggak seperti yang terlihat dari luar. Yakin, mereka keren.
Satu hal yang
kurang lebih dialami seenggaknya 3 orang yang curhat pada saya dalam seminggu
ini adalah tentang mengampuni. MEMAAFKAN. Oke, coba tengok ini.
Memaafkan itu
GIFT. Kado. Hadiah. Cuma-cuma. Gratis. Tidak menuntut balas. Free.
Kado harus
diberikan dengan perasaan gembira (namanya juga kado). Jadi, memaafkan itu harus diberikan dengan gembira.
Pernah berpikir
begini? : “Jika kita tidak memaafkan dia, apa yang nanti akan terjadi pada dia
setelah ini?”
HOI!! Memaafkan
itu memberi impact.
Ketika kau
memberi pengampunan pada orang lain nggak usah memikirkan respon orang itu
terhadap kamu. Sekali lagi, memaafkan itu kado. Ngasih kado nggak mungkin kan
minta kadonya diganti? Masak ya kita ngasih kado terus bilang, “eh ntar kadonya
loe tuker pake duit loe ya! nyicil juga gapapa.” ?????
Hahaha, nggak
usah mikir respon orang itu padamu.
Memaafkan bukan
agar orang yang kita maafkan jadi bersikap baik pada kita, namun memaafkan
adalah bentuk ucapan syukur kita pada Tuhan karena Ia udah lebih dulu memaafkan
kita.
So, let give a
gift for everyone who hurt us.
God bless Us.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar