Halaman

Sabtu, 14 September 2013

Kado


Konbanwa.

Genki desuka? Wkwkw.

Emang kalo abis ikut retreat itu semangat banget yaa. Hehehe. Aku merasakannya.

Banyak hal terjadi setelah retreat. Banyak temen-temen yang hidupnya diperbarui. Menyenangkan banget lihat mereka begitu luar biasa bersemangat dan api rohaninya berkobar-kobar.

Tuhan juga membuka banyak hal yang selama ini aku nggak tahu. Ternyata aku dikelilingi teman-teman dengan berbagai pengalaman rohani hebat. Mereka yang punya pengalaman baru di di dunia rohani juga banyak. Mereka di sekelilingku. Mereka ternyata nggak seperti yang terlihat dari luar. Yakin, mereka keren.

Satu hal yang kurang lebih dialami seenggaknya 3 orang yang curhat pada saya dalam seminggu ini adalah tentang mengampuni. MEMAAFKAN. Oke, coba tengok ini.

Memaafkan itu GIFT. Kado. Hadiah. Cuma-cuma. Gratis. Tidak menuntut balas. Free.

Kado harus diberikan dengan perasaan gembira (namanya juga kado). Jadi, memaafkan itu harus diberikan dengan gembira.

Pernah berpikir begini? : “Jika kita tidak memaafkan dia, apa yang nanti akan terjadi pada dia setelah ini?”

HOI!! Memaafkan itu memberi impact.

Ketika kau memberi pengampunan pada orang lain nggak usah memikirkan respon orang itu terhadap kamu. Sekali lagi, memaafkan itu kado. Ngasih kado nggak mungkin kan minta kadonya diganti? Masak ya kita ngasih kado terus bilang, “eh ntar kadonya loe tuker pake duit loe ya! nyicil juga gapapa.” ?????

Hahaha, nggak usah mikir respon orang itu padamu.

Memaafkan bukan agar orang yang kita maafkan jadi bersikap baik pada kita, namun memaafkan adalah bentuk ucapan syukur kita pada Tuhan karena Ia udah lebih dulu memaafkan kita.

So, let give a gift for everyone who hurt us.

God bless Us.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar